Jumat, September 14, 2007

Ya Abba, Ya Bapa


Markus 14 : 33b “ Ia sangat takut dan gentar, “

Yesus juga mengalami perasaan takut, bukan hanya takut tapi juga gentar. Yesus juga mengalami rasa takut dan gentar dan bagaimana IA mengatasinya ? Jadi kalau saudara mengalami perasaan takut kita tidak perlu cemas sebab Yesus juga mengalami perasaan takut dan gentar. Tapi yang perlu kita teladani adalah bagaiamana Yesus mengatasi rasa takut dan gentar ?

Saat Yesus takut, saat Yesus gentar karna sebentar lagi Dia harus meminum cawan sengsara, Dia harus menuju ke bukit Golgota, Dia akan mengalami banyak siksaan dan disalibkan, Dia harus mengalami viadolorosa, jalan sengsara, Dia harus mengalami itu dan Dia tahu itu bukan hal yang mudah karna saat itu Dia adalah manusia biasa, Dia bisa merasa cemas, merasa gelisah, merasa takut tapi ada satu kata yang sangat luar biasa.

Ayat 36a “ KataNya: “ Ya Abba, ya Bapa, “

Kata Abba ini adalah panggilan untuk bapa, daddy, father, papa. Ya abba, ini tidak sembarangan ditujukan pada seseorang. Ucapan daddy, papa, ayah, abba, father, itu hanya diucapkan oleh seorang anak kepada bapanya, seorang anak yang punya hubungan erat dengan bapanya. Nah, inilah yang membuat rasa takut Yesus menjadi hilang seketika itu juga saat Dia berseru Ya Abba, ya Bapa..

Kata abba ataupun papa, father, daddy itu tidak sembarangan bisa diucapkan. Misalkan kalau saudara ketemu dengan seseorang di jalan dan bersalaman dengan dia lalu saudara akan memanggil dia daddy ? Sdr tidak bisa sembarang memanggil orang tersebut dengan sebutan daddy, sdr tidak bisa sebutkan dia sebagai papa, karna istilah daddy atau papa itu hanya untuk anak dan papanya saja. Pada saat Yesus memanggil Bapa di surga : Abba, berarti Yesus menempatan diriNya sebagai Anak yang senantiasa mendapatkan tempat di hati BapaNya. Dan di saat Dia berseru ya Abba, daddy, bapa, father, di situ juga Dia memiliki satu keyakinan bahwasanya Bapa pasti akan menyertaiNya, Yesus bisa mengerti dan menyelami kasih Bapa.

Saat Yesus berkata Abba, Father, saat itu Yesus mulai menyelami hati Bapa, mulai menyelami kasih Bapa, Dia mulai mengerti kehendak Bapa. Sama seperti seorang yang memanggil papa atau daddy, pasti punya hubungan yang sangat dekat dengan dia. Pada saat dia mau meminta sesuatu mungkin hanya dalam bentuk kata yang sangat singkat dia bisa mengerti oh ini dia butuh ini. Demikian juga kalau sang bapa memberikan kode lewat mata saja maka anaknya sudah tahu ini boleh atau tidak boleh, punya hubungan dekat, kita dengan Bapa di surga tapi satu hal : kita harus menyelami, berusaha untuk memahami sedalam-dalamnya kasih Bapa, ini yang sangat penting.

I Yohanes 4 : 18 “ Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan berangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih. “

Kasih yang dimaksud ini adalah kasih apa ? Itulah kasih yang sanggup melenyapkan ketakutan, itulah kasih yang sempurna yang tidak lain dan tidak bukan adalah kasih Allah.

Ayat 16-17a “ Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita. “

Kasih yang sempurna itu berbicara soal kasih Allah. Kasih yang sanggup melenyapkan ketakutan itu adalah KASIH BAPA. Saat Yesus berseru Abba, Dia mulai berusaha untuk menyelami seberapa dalam kasih Bapa, sebab hanya kasih Bapa, kalau Dia memahami kasih Bapa itulah yang sanggup melenyapkan ketakutan karna saat itu Yesus takut, Yesus gentar.

Kata Abba, daddy, father, berarti Yesus mulai memahami bahwa Bapa mengasihi Dia. Kalau Bapa mengasihi Dia, berarti Bapa mempedulikan hidupNya, berarti Bapa tidak akan meninggalkan Dia, berarti Bapa akan terus menyertai Dia, dan ini yang membuat Yesus berani maju melangkah menuju ke kayu salib.

Sdrku yang kekasih, posisi sebagai anak itu menunjuk pada seseorang yang mendapatkan tempat di hati Bapa, ada hubungan yang sangat dekat, sangat erat dan bisa mengenal sampai sedalam-dalamnya siapa itu Bapa ? Yesus dalam posisi sebagai anak, sebagai anak Dia berseru Abba, itu panggilan untuk seseorang yang Dia yakini sebagai Bapa yang sangat mengasihi diriNya, Bapa yang peduli terhadap diriNya, dan Bapa mengerti keadaan yang sedang Dia hadapi. Sejak Yesus berseru Abba, maka selanjutnya dalam kisah itu tidak ada lagi kata takut. Itu sebabnya apa yang kita khuatirkan dalam hidup ini saudara ? Coba kita selami dulu kasih Bapa sebab kasih yang sempurna itu melenyapkan ketakutan. Apa itu kasih yang sempurna ? Agape, itulah kasih Bapa. Dia memperhatikan kita, Dia mempedulikan kita. Orang lain mungkin meninggalkan kita, orang lain mungkin melupakan kita tapi Dia tetap Bapa yang mempedulikan kita, amen ! Itulah yang membuat kita memiliki satu keberanian, keyakinan, convinced.

Kalau Yesus berseru Abba, apakah kita bisa berseru Abba, bisa ? Bisa, karna kita diberi kekuatan untuk berseru Abba.

Roma 8 : 15 “ Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ ya Abba, ya Bapa !”

Kalau Iblis itu memperbudak seseorang, memberikan intimidasi, ancaman, seperti auman singa yang membuat kita takut tapi Roma 8 : 15 ini berkata : Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ ya Abba, ya Bapa. “ Amen ? Bukan hanya Yesus yang bisa berseru ya Abba tapi kita yang dulunya takut karna tidak ada kepastian, tidak ada pegangan tapi sejak kita menerima kekuatan daripada Roh Kudus yang meyakinkan kita bahwasanya status kita bukan lagi budak, bukan lagi hamba tapi sebagai anak sehingga kita juga diberi hak untuk berseru kepada Bapa : Ya Abba. Kita juga berusaha untuk menyelami kasih Tuhan, memahami kasih Allah sebab kasih Allah itulah yang akan melenyapkan ketakutan dalam hidup kita.

Siapa orang di dunia ini yang tidak pernah merasa takut ? Entah dia kaya, entah dia miskin, dimana saja dia berada, pokoknya selagi dia masih ada di dunia dia pasti punya perasaan takut. Banyak hal yang membuat seseorang itu takut, salah satunya adalah kematian. Kalau dia tidak berada dalam Kristus dia pasti takut mati karna dia tidak tahu kemana dia setelah dia mati. Banyak hal yang bisa membuat seseorang itu menjadi gentar, melihat situasa ekonomi akhir-akhir ini di Indonesia, melihat bencana yang terjadi, melihat kriminalitas yang meningkat, melihat banyaknya pengangguran sehingga angka kejahatan itu juga tidak bisa ditekan dan masih banyak hal lagi yang bisa membuat kita merasa takut.

Tapi Alkitab menuliskan dengan jelas : Kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan. Saat kita berusaha untuk memahami Bapa, saat kita memanggil Bapa di surga itu sebagai Abba, sebagai daddy, maka kita meyakini Dia adalah Bapa yang memelihara hidup kita, Dia adalah Bapa yang memperhatikan, Dia adalah Bapa yang sangat mengerti keadaan yang kita hadapi, dan saat itu lenyaplah ketakutan kita.

Sdrku, mungkin sdr berkata : kalau Yesus berkata Abba, kemudian kita juga berkata Abba, mana yang lebih didengar oleh Bapa di surga ? Bapa lebih mengasihi Yesus atau Bapa lebih mengasihi kita ? Karna status kita juga adalah anak. Yesus adalah Anak Allah, kita juga diangkat menjadi anak-anakNya. Yesus berseru Abba, kita juga berseru Abba, kira-kira Bapa di surga lebih mengasihi Yesus atau lebih mengasihi kita ?

Yohanes 17 : 23b “ Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku. “

AMEN !Bapa mengasihi Yesus sama juga Bapa mengasihi kita. Sdrku yang kekasih, kita berada di posisi yang sama, kita mendapatkan kasih yang sama, perhatian yang sama, status kita sebagai anak, kita dipelihara, kita juga berhak memanggil Dia sebagai Abba. Itu sebabnya mari kita berusaha memahami dan menyelami kasih Bapa.

Kita memanggil Dia Abba Bapa, karna Dialah Bapa kita, Dia memperhatikan kita, Dia memahami keadaan kita, kasih sempurna itu hanya ada pada Bapa dan itu yang mampu melenyapkan segala ketakutan. Adakah di antara kita yang merasa takut ? Mungkin kita hanya seorang janda yang harus menghidupkan anak-anak kita ? Mungkin kita harus menghadapi masa depan yang penuh tantangan, mungkin kita seorang pelajar yang sedang menghadapi kendala dalam study kita, mungkin kita sedang menghadapi tantangan dalam pekerjaan kita, ingatlah satu hal : kita berada pada posisi yang sama. Kalau Bapa mengasihi Yesus sebagai Anak, Bapa di surga juga mengasihi kita sebagai anakNya .

Yang perlu kita lakukan adalah : berusaha menyelami kasih Bapa, berusaha memahami kasih Bapa sebab kalau kita disentuh oleh kasih Bapa maka kasih yang sempurna dari Bapa itu akan melenyapkan, menyingkirkan, menghalaukan segala rasa takut yang ada. Saat Yesus berseru Abba, Dia mulai memahami hati Bapa, siapakah Bapa, oh Bapa akan memperhatikanNya, Bapa tidak akan meninggalkanNya, Bapa akan menyertaiNya selangkah demi selangkah menuju ke viadolorosa, Dia akan disertai Bapa, Dia sangat yakin dan saat itulah segala ketakutan, segala kegentaranpun hilang seketika.

Berbahagialah saudara hari ini, sebab sekali lagi kasih Bapa menyadarkan kita bahwasanya kita sebagai anak mendapatkan tempat yang istimewa di hati Bapa sehingga saat kita berseru Abba, hati Bapa bergetar, hati Bapa tersentuh karna kita bisa memahami hatiNya dan kita bisa mengerti betapa dalamnya kasih Bapa kepada kita sehingga tak dapat tidak IA akan segera mengulurkan tanganNya yang penuh kasih itu untuk segera menolong kita. Seperti seorang bapa yang sayang kepada anaknya demikianlah Bapa kita di surga sayang kepada anak-anakNya.

Mari datanglah kepadaNya, dan serukan : Ya Abba, ya Bapa…..
Dan rasakan betapa dalamnya kasihNya kepada kita…
Betapa indahnya di saat kita berada dalam pelukan kasih Bapa
Sebab apa yang lebih indah selain dari indahnya kasih Tuhan ?
Apa yang lebih membahagiakan selain dari hangatnya kasih Tuhan ?
Tidak ada kebahagiaan yang lebih bahagia selain merasakan keindahan kasih Tuhan
Kasih Tuhan terlalu berharga dan terlalu berarti bagi kita
Sungguh, kasih Tuhan jauh melebihi segala-galanya dari segala yang ada di dalam hidup ini…

Terima kasih Bapa untuk kasihMu yang sempurna…
AMIN.

Tidak ada komentar: